Kaligrafi Kuningan - Kerajinan Kaligrafi Kuningan

Pusat pembuatan kaligrafi kuningan, kaligrafi tembaga, Industri kerajinan kaligrafi kuningan dan tembaga, kaligrafi dinding masjid kuningan dan tembaga.
Kaligrafi dapat diartikan sebagai seni tentang menulis indah καλλι “keindahan” + γραφος “, sesuai arti dari kata kaligrafi tersebut yang berasal dari bahasa Yunani. Tidak diketahui secara pasti kapan kegiatan kaligrafi ini dianggap sebagai suatu seni, yang jelas kaligrafi berkembang setelah peradaban manusia mampu untuk menuliskan pesan melalui terciptanya aksara oleh berbagai bangsa yang sudah mengenal tulisan.


Oleh karena itu seni kaligrafi tidak lagi terbatas pada bentuk-bentuk huruf dari suatu peradaban, tetapi jenis-jenis mosaik sudah masuk dalam seni kaligrafi. Pada jaman keemasan Islam dimulai awal millennia ke dua banyak sekali jenis-jenis kaligrafi aksara yang dikutip dari Al Quran. Sejalan dengan itu juga berkembang jenis mosaic non-aksara yang disebut mosaic-mosaik pada bangunan, termasuk seni batik pada kain yang berkembang di Nusantara.
Sumber : "Sentra Industri Kerajinan Kaligrafi Kuningan dan Kaligrafi Tembaga"
Posted on 22:51 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

Proyek Kampus IPDN | Kementerian Dalam Negeri

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN menetapkan : Kampus IPDN Manado, Kampus IPDN Makassar, Kampus IPDN Pekanbaru, dan Kampus IPDN Bukittinggi, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 892.1¬829 Tahun 2009 ditetapkan lokasi pembangunan kampus IPDN di daerah yaitu: di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, serta pada saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Kampus IPDN di Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Kampus IPDN di Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kampus IPDN di Jayapura Provinsi Papua.


Kebijakan membuka kampus di daerah merupakan salah satu dari banyak perubahan sistem di IPDN untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan tentunya untuk menjadi perguruan tinggi kedinasan pencetak kader pamong praja menjadi lebih baik lagi. Kampus daerah sudah mulai dibuka sejak tahun 2009, yaitu Kampus Bukittinggi, Kampus Makassar dan Kampus Pekanbaru. Lalu pada tahun 2010 ditambah satu kampus daerah yaitu Kampus Manado. Dan pada tahun 2011 ditambah lagi Kampus Mataram, Kampus Pontianak dan Kampus Jayapura. Jadi, total ada tujuh kampus daerah yang disediakan oleh IPDN.
 
Sumber : 
Gudang Art "Sentra Industri Tembaga, Kuningan, Aluminium dan Kaca"
Project List :
  • Kampus IPDN Pekanbaru
  • Kampus IPDN Makassar
  • Kampus IPDN Manado
  • Kampus IPDN Bukit Tinggi
Posted on 23:10 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Motif Batik | Corak Batik Pada Kaca Patri

Motif Batik dengan Corak Batik Kaca Patri yang merujuk pada khasanah budaya makin menunjukan eksentensinya tak hanya pada fesyen, batik pun menarik untuk di aplikasikan pada media kaca patri. 

MOTIF BATIK KACA PATRI
Batik adalah kekayaan budaya bangsa Indonesia  dan merupakan warisan nenek moyang kita, Akhir-akhir ini batik kembali populer dan gencar di promosikan. Tak hanya dunia fesyen Indonesia yang di banjiri busana batik, perancang interior pun tak mau ketinggalan. Sentuhan Batik Kaca Patri dalam dunia Interior dapat menciptakan kehangatan sekaligus nilai tambah.
Di tengah gencarnya interior bergaya minimalis yang beberapa waktu lalu begitu di gandrungi, kehadiran batik kaca patri mampu menjadi penghangat sekaligus aksen dan yang patut di cermati aplikasi batik kaca patri dalam interior tak lagi indentik dengan tatanan ruang bergaya tradisional. Karena dengan sedikit modifikasi, batik kaca patri pun mampu tampil modern, bergaya dan eksklusif.
Posted on 23:47 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , , | 0 Comments »

Kubah Masjid | Kubah Masjid Tembaga

Proyek pembuatan Kubah Masjid dengan material Tembaga, Kubah masjid Tembaga mempunyai sifat lebih kuat, ringan, anti korosi dan tahan lama, Dalam penentuan ornamen kubah masjid logam tembaga lebih mudah di bentuk proses finishing memakai sistem Coating anti gores dan dalam segi pewarnaan lebih awet serta tahan lama.


Gudang Art Pusat Pembuatan Kubah Masjid, Industri Atap Masjid,
Kubah Tembaga dan Kuningan
Hotline Service : 0812 2771 9200 | 0818 0430 9449
Posted on 23:34 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

KACA PATRI

Kaca Patri adalah bagian elemen kaca patri merupakan tambahan aksen dari bangunan atau hunian rumah anda yang sudah biasa kita temui. Tahukah Anda bahwa terdapat beberapa jenis desain kaca patri? ada beberapa kategori desain Kaca patri yang bisa menjadi acuan dalam mendekorasi di antaranya desain kaca patri klasik, kaca patri minimalis atau kaca patri mosaik semua itu pada dasarnya merupakan aksen tambahan yang tujuan utama adalah sebagai hiasan agar tampil lebih indah, mewah, sejuk dan penuh ketenangan.

Pertimbangan konstruksi, estetika, dan fungsi misalnya kaca patri jendela sangat penting untuk dipikirkan sebelum membuat jendela kaca patri. Bentuk dan konstruksi jendela kaca patri dapat menentukan tampilan sebuah rumah tinggal dipadukan dengan bagian-bagian lain dari sebuah rumah. Ukuran daun jendela yang baik dalam sebuah ruangan sebaiknya 12%-15% dari luas lantai ruangan. Standar Nasional Indonesia (SNI) menyarankan agar daun jendela tidak kurang dari 5% dari luas lantai. Jendela selain berfungsi sebagai sumber masuknya cahaya dan penghawaan alami, juga merupakan bagian rumah yang memberikan unsur estetika pada suatu tampilan bangunan rumah.

Posted on 01:39 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , , | 0 Comments »

Tips menata dan mendekorasi kamar tidur anak

Ada beberapa Tips yang harus di perhatikan dalam penataan dan mendekorasi kamar tidur anak, Dalam perilaku anak salah satunya dapat di bentuk melalui kamar tidur pribadi yang di milikinya. Secara perlahan seorang anak akan belajar arti disiplin, bertanggung jawab dan mandiri. Namun dunia anak yang lekat dengan bermain dan belajar harus tetap menjadi perhatian utama, karena selain memiliki aspek sehat, nyaman dan aman penataan ruangan juga di harapkan dapat memacu kreatifitas anak itu sendiri.


Tips menata dan mendekorasi kamar tidur anak :
  • Pilihan Tema, alangkah baiknya sesuaikan dengan kesukaan dan minat anak.
  • Buat daftar kebutuhan, daftar kebutuhan misalnya tempat tidur, meja belajar, lemari pakaian, atau rak buku.
  • Usia anak, dalam mendekorasi sebuah ruang kamar anak sebaiknya disesuaikan dengan usia anak itu sendiri, faktor usia menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam merancang kamar anak, pasalnya tiap kelompok anak memiliki kebutuhan yang berbeda.
  • Lay Out, Lay Out secara matang penempatan mebel pada ruang kamar tidur anak, sebaiknya libatkan anak dalam mendekorasi kamarnya.
Memiliki ruangan pribadi bagi seorang anak akan mendorongnya menjadi lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab.
Posted on 02:11 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Tiffany Lamp - Lampu Gantung - Kaca Patri

Sebagai penghias isi ruangan keberadaan sebuah lampu gantung (Tiffany Lamp) kaca patri berfungsi sebagai aksen ruang atau dapat di kategorikan sebagai accent and decorative lighting.

Saat ini jenis lampu gantung justru menjadi aksen ruang yang cukup dominan dengan gaya klasiknya, Model lampu gantung amat bervariasi baik dari segi material, dimensi, model maupun harga semua itu tergantung permintaan dan mengikuti tren pasar, selain bias sinarnya yang menembus dengan warna-warna hangat desainnya pun dapat menyemarakkan penampilan gaya atau style bangunan, model lampu gantung kaca patri ini bisa menjadi alternatif penghias ruang hunian anda.
Posted on 21:54 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , , | 0 Comments »

Lampu Gantung Klasik Tembaga, Kuningan, Aluminium

Mencari lampu gantung klasik dengan bahan material tembaga, kuningan ataupun aluminium merupakan salah satu alasan mengapa lampu gantung gaya klasik masih di gemari sampai sekarang, ini karena sifatnya abadi atau lekang di makan waktu. Dalam desain interior gaya klasik bisa menampilkan kemewahan dalam hunian rumah anda, Dari sekian banyak elemen interior yang di pakai tidak dapat di pungkiri lagi bahwa lampu gantung memegang peranan penting dalam menciptakan kemewahan tersebut. 

Ornamen lampu gantung klasik berupa ornamen ukiran dengan tekstur timbul membuat lampu gantung tersebut tampak mewah.
Posted on 12:28 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

Makna Logo, Lambang UGM, Logo Universitas Tembaga, Kuningan

Supplier  Logo, Lambang Universitas seluruh wilayah Indonesia, Pembuatan Logo, 
Lambang Universitas Tembaga dan Kuningan




Pokok Bahasan : 
Bentuk Logo UGM bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Pusat logo, Ia berupa surya atau matahari yang berlubang dan memancarkan sinar dalam bentuk lima kesatuan kumpulan sinar. Setiap kesatuan kumpulan sinar terdiri dari sembilan belas sorot sinar. Warna surya dan sinar, kuning emas.
  • Dua lingkaran di tengah-tengah matahari. Lingkaran bagian dalam memuat huruf-huruf menyembul berbunyi GADJAH MADA. Lingkaran bagian luar memuat tulisan UNIVERSITAS pada bagian atasnya dan tulisan UNIVERSITAS pada bagian bawahnya. Kedua bentuk lingkaran ini bersusun, sehingga mirip surya kembar. Sedangkan lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk Kartika atau Bintang Segi lima.
  • Lima songkok, Pada lambang dilindungi oleh lima songkok bewarna putih, yaitu topi kebesaran panglima. Di antara songkok-songkok tersebut terdapat lima tombak bewarna kuning.
Arti dan Makna dari lambang tersebut bisa diuraikan dalam enam bagian, yaitu : 
  • Surya dengan sinarnya dan kartika bersegi lima berwarna kuning emas melambangkan bahwa Universitas Gadjah Mada adalah Universitas Pancasila, Lembaga Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan bagi Pendidikan Tinggi berdasarkan Pancasila, yang memancarkan ilmu pengetahuan. kenyataan dan kebajikan.
  • Titik pusat lambang berupa matahari berlubang atau "surya binolong". Kata "surya" mengandung makna angka "satu" dan "binolong" mengandung makna angka "sembilan", sehingga bentuk "surya binolong" atau matahari berlubang mengandung makna "satu" dan "sembilan", yang bisa dibaca 19. Setiap kesatuan kumpulan sinar pun terdiri atas sembilan belas sorot sinar, yang juga mengandung makna angka 19, tanggal pendirian UGM.
  • Dua bentuk lingkaran bersusun yang melingkari lubang titik pusat lambang di dalam lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk bintang segi lima, yang serupa dengan surya kembar di dalam Kartika atau Bintang. Kartika me. ngandung makna "satu" dan surya kembar mengandung makna "dua", sehingga bentuk surya kembar ini mengandung makna angka satu dan "dua", yang bisa dibaca 12. Angka 12 ini adalah nomor bulan Desember, bulan pendirian UGM.
  • Songkok dan Tombak masing-masing berjumlah lima melingkungi Surya dan Kartika, melambangkan sifat pahlawan dan perjilangan nasional UGM yang selalu siap sedia dan waspada. Keseluruhannya diliputi dan diresapi Pancasila, kesemuanya itu melambangkan sifat UGM sebagai monumen perjuangan Pancasila berdasarkan Pancasila.
  • Kesatuan kumpulan Sinar, Segi Kartika, Songkok, dan Tombak, masing-masing berjumlah 5 (lima). Semuanya melambangkan Pancasila, sehingga UGM memiliki dasar, sifat, dan tujuan, hakekat pahlawan serta perjuangan nasional demi Pancasila.
  • Warna putih melambangkan sifat Kesucian. Warna kuning emas melingkari warna putih pada hakekatnya merupakan satu "sengkalan memet", yaitu rumusan kata-kata yang menyiratkan pertalian makna warna putih dan warna kuning emas, yang berbunyi: murnining suci margin kanyatan atau kemurnian kesucian adalah jalan kenyataan. Kalimat ini melambangkan angka tahun 1949, yaitu tahun pendirian UGM.
Kata "Murni" mengandung angka 9; "Suci"dilambangkan angka 4; " Marga" dilambangkan angka 9, sedangkan "kenyataan" dilambangkan angka 1. Semua ini,bila dibaca dari belakang, mempunyai nilai 1949.
By. Info Logo
Posted on 11:31 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

Lambang Garuda Pancasila | Garuda Tembaga dan Kuningan


Pusat pembuatan lambang Garuda Tembaga dan Kuningan - Industri kerajinan lambang negara Garuda Pancasila Tembaga dan Kuningan.
Lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara Republik Indonesia sesuai  UUD'45


GARUDA PANCASILA

Garuda Pancasila Lambang Negara Indonesia

BAB IV
LAMBANG NEGARA
Bagian Kesatu
 

Umum

Pasal 46

Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelahkanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantaipada leher Garuda , dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

Pasal 47

Garuda dengan perisai sebagaimana dimaksud dalamPasal 46 memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.
Garuda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memilikisayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45.

Pasal 48

Di tengah-tengah perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa. Pada perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut: a. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentukbintang yang bersudut lima. b. Dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai ; c. Dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai; d. Dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh HikmatKebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagiankanan atas perisai; dan e. Dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagiankanan bawah perisai.

Pasal 49

Lambang Negara menggunakan warna pokok yang terdiriatas: a. Warna merah di bagian kanan atas dan kiri bawahperisai;b. warna putih di bagian kiri atas dan kanan bawah perisai; c. warna kuning emas untuk seluruh burung Garuda; d. warna hitam di tengah-tengah perisai yang berbentukjantung; dane. warna alam untuk seluruh gambar lambang.

Pasal 50

Bentuk, warna, dan perbandingan ukuran Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 sampai dengan Pasal49 tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.
Bagian Kedua

Penggunaan Lambang Negara

Pasal 51

Lambang Negara wajib digunakan di : a. dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan ;b. luar gedung atau kantor;c. lembaran negara, tambahan lembaran negara, beritanegara, dan tambahan berita negara; d. paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;e. uang logam dan uang kertas; atau f. materai.

Pasal 52

Lambang Negara dapat digunakan:a. sebagai cap atau kop surat jabatan; b. sebagai cap dinas untuk kantor; c. pada kertas bermaterai;d. pada surat dan lencana gelar pahlawan, tanda jasa, dan tanda kehormatan; e. sebagai lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga negara Indonesia yang sedangmengemban tugas negara di luar negeri;f. dalam penyelenggaraan peristiwa resmi;g. dalam buku dan majalah yang diterbitkan olehPemerintah ; h. dalam buku kumpulan undang-undang; dan/ataui. di rumah warga negara Indonesia.

Pasal 53

Penggunaan Lambang Negara di dalam gedung, kantor atau ruang kelas satuan pendidikan sebagaimanadimaksud dalam Pasal 51 huruf a dipasang pada : a. gedung dan/atau kantor Presiden dan Wakil Presiden; b. gedung dan/atau kantor lembaga negara; c. gedung dan/atau kantor instansi pemerintah; dan; d. gedung dan/atau kantor lainnya.
Penggunaan Lambang Negara di luar gedung atau kantorse bagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf b pada: a. istana Presiden dan Wakil Presiden; b. rumah jabatan Presiden dan Wakil Presiden; c. gedung atau kantor dan rumah jabatan kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri; dan d. rumah jabatan gubernur, bupati, walikota, dancamat.(3) Penggunaan Lambang Negara di dalam gedung ataukantor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf adan di luar gedung atau kantor sebagaimana dimaksuddalam Pasal 51 huruf b diletakkan pada tempat tertentu.-(4) Penggunaan Lambang Negara pada lembaran negara,tambahan lembaran negara, berita negara, dantambahan berita negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf c diletakkan di bagian tengah atas halaman pertama dokumen.(5) Penggunaan Lambang Negara pada paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintahsebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf d diletakkan di bagian tengah halaman dokumen.

Pasal 54

Lambang Negara sebagai cap atau kop surat jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf a digunakan oleh: a. Presiden dan Wakil Presiden; b. Majelis Permusyawaratan Rakyat; c. Dewan Perwakilan Rakyat; d. Dewan Perwakilan Daerah; e. Mahkamah Agung dan badan peradilan; f. Badan Pemeriksa Keuangan; g. menteri dan pejabat setingkat menteri; h. kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeriyang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh, konsul jenderal, konsul, dan kuasausaha tetap, konsul jenderal kehormatan, dan konsulkehormatan; i. gubernur, bupati atau walikota; j. notaris; dan k. pejabat negara lainnya yang ditentukan oleh undang undang .
Penggunaan Lambang Negara sebagai cap dinas untuk kantor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf b digunakan untuk kantor:a. Presiden dan Wakil Presiden; b. Majelis Permusyawaratan Rakyat; c. Dewan Perwakilan Rakyat; d. Dewan Perwakilan Daerah; e. Mahkamah Agung dan badan peradilan; f. Badan Pemeriksa Keuangan;g. menteri dan pejabat setingkat menteri; h. kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeriyang berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh, konsul jenderal, konsul, dan kuasausaha tetap, konsul jenderal kehormatan, dan konsul kehormatan; i. gubernur, bupati atau walikota ; j. notaris; dan k. pejabat negara lainnya yang ditentukan oleh undang-undang. Lambang Negara sebagai lencana atau atribut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf e dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri.
Lambang Negara yang digunakan dalam penyelenggaraan peristiwa resmi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf f dipasang pada gapura dan/atau bangunan lain yang pantas.

Pasal 55

Dalam hal Lambang Negara ditempatkan bersama-sama dengan Bendera Negara, gambar Presiden dan/ataugambar Wakil Presiden, penggunaannya diatur denganketentuan: a. Lambang Negara ditempatkan di sebelah kiri danlebih tinggi daripada Bendera Negara; dan b. gambar resmi Presiden dan/atau gambar Wakil Presiden ditempatkan sejajar dan dipasang lebih rendah daripada Lambang Negara.
Dalam hal Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dipasang di dinding, Lambang Negara diletakkan di tengah atas antara gambar resmi Presidendan/atau gambar Wakil Presiden.

Pasal 56

Ukuran Lambang Negara disesuaikan dengan ukuranruangan dan tempat sebagaimana tercantum dalamlampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undangini.Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 dibuat dari bahan yang kuat.

Bagian Ketiga

Larangan

Pasal 57

Setiap orang dilarang: a. mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara ;b. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran; c. membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; dan d. menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang ini.
Posted on 20:16 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Kerajinan Lampu, Lampu Gantung Tembaga, Kuningan

Aneka Produk Kerajinan Lampu gantung sangat beragam, Lampu gantung dengan bahan material tembaga ataupun kuningan menjadi pilihan banyak orang dengan alasan struktur bahannya sangat kokoh dan kuat.
Kerajinan lampu gantung tembaga maupun kuningan itu sendiri sudah mendapat pasar tersendiri, sebagai produk penerangan untuk dekoratif interior atau eksterior berfungsi sangat besar apabila penempatannya tepat. Maka dengan itu sebaiknya sebelum anda menentukan untuk membeli atau memesan lampu gantung tembaga atau kuningan sebaiknya perhatikan dulu style atau gaya bangunan rumah serta letak dudukan lampu gantung yang akan di tempatkan mengingat lampu tersebut memiliki nilai seni. 


Dengan berbahan dasar tembaga dan kuningan pemesanan produk lampu gantung dapat kita sesuaikan dengan selera dan kebutuhan, dari mulai harga, bentuk hingga ukuran bisa di sesuaikan sesuai selera konsumen. Untuk mengetahui harga lampu gantung tembaga maupun kuningan silakan menghubungi kami di hotline service 081227719200 | 081804309449

Free Katalog Lampu Gantung
Posted on 23:59 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , , | 0 Comments »

Kerajinan Tembaga - Seni Tembaga antara Hobi dan Profesi

Kerajinan Tembaga merupakan hal yang bersifat subjektif, Nah mungkin anda mengira kecintaan terhadap kerajinan tembaga hanyalah sebatas hobi, Kenyataannya saat ini justru banyak orang yang begitu menghargai hobi, minat dan seni ini. Seni Tembaga memiliki nilai tawar dan harga jual tinggi, sebagian orang menerjunkan diri sebagai pengrajin tembaga dengan harapan menghasilkan suatu maha karya yang bisa di nikmati.


Para pengrajin tembaga juga bisa di mintai pendapat atau komentar mengenai nilai kerajinan tembaga tertentu, sebagai seorang seniman logam tembaga memiliki kepekaan dan ketelitian yang tajam patut menjadi syarat mutlak misalnya untuk membedakan hasil seni tembaga yang benar-benar handmade dan mana yang bukan.
Memang untuk menciptakan suatu karya yang benar-benar sempurna bukan perkara yang mudah sebagai seorang seniman di tuntut selalu terus berinovasi dan memunculkan ide-ide baru dalam setiap karyanya.

more.........

Posted on 01:29 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pengrajin Lampu, Lampu Tembaga, Kuningan, Aluminium

Industri Kerajinan lampu, Pengrajin lampu Jogja, Supplier lampu gantung Tembaga, lampu gantung Kuningan dan lampu gantung Aluminium. Melayani pembuatan lampu gantung ke seluruh wilayah Indonesia tersedia aneka ragam dan ukuran lampu gantung untuk Hotel, Masjid, Perkantoran dan Hunian rumah Free Instalasi hubungi kami di Hotline service 081227719200 | 081804309449.



Posted on 23:06 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

Pengecoran Logam - Teknik Pengecoran Logam Bag.6 (habis)



5. Proses Peleburan Logam

Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. Pada proses peleburan, mula-mula muatan yang terdiri dari logam, unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku. Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan, seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair),. Cleaning fluxes, drossing fluxes, refining fluxes, dan wall cleaning fluxes

Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik, tungku induksi, tungku krusibel, dan tungku kupola. Karakteristik masing-masing tungku peleburan adalah :

   1.Tungku busur listrik 
  • laju peleburan tinggi ® laju produksi tinggi
  • polusi lebih rendah dibandingkan tungku-tungku lain
  • memiliki kemampuan menahan logam cair pada temperatur tertentu untuk jangka waktu lama untuk tujuan pemaduan
   2.Tungku induksi 
  • Khususnya digunakan pada industri pengecoran kecil
  • Mampu mengatur komposisi kimia pada skala peleburan kecil
  • Terdapat dua jenis tungku yaitu Coreless (frekuensi tinggi) dan core atau channel (frekuensi rendah, sekitar 60 Hz)
  • Biasanya digunakan pada industri pengecoran logam-logam non-ferro
  • Secara khusus dapat digunakan untuk keperluan superheating (memanaskan logam cair diatas temperatur cair normal untuk memperbaiki mampu alir), penahanan temperatur (menjaga logam cair pada temperatur konstan untuk jangka waktu lama, sehingga sangat cocok untuk aplikasi proses die-casting), dan duplexing/tungku parallel (menggunakan dua tungku seperti pada operasi pencairan logam dalam satu tungku dan memindahkannya ke tungku lain)
   3.Tungku krusibel
  • Telah digunakan secara luas disepanjang sejarah peleburan logam. Proses pemanasan dibantu oleh pemakaian berbagai jenis bahan bakar.
  • Tungku ini bias dalam keadaan diam, dimiringkan atau juga dapat dipindah-pindahkan
  • Dapat diaplikasikan pada logam-logam ferro dan non-ferro
   4.Tungku kupola
  • Tungku ini terdiri dari suatu saluran/bejana baja vertical yang didalamnya terdapat susunan bata tahan api
  • Muatan terdiri dari susunan atau lapisan logam, kokas dan fluks
  • Kupola dapat beroperasi secara kontinu, menghasilkan logam cair dalam jumlah besar dan laju peleburan tinggi
Muatan Kupola :
  1. Besi kasar (20 % - 30 %)
  2. Skrap baja (30 % - 40 %) Kadar karbon dan siliko yang rendah adalah menguntungkan untuk mendapat coran dengan prosentase Carbon dan Si yang terbatas. Untuk besi cor kekuatan tinggi ditambahkan dalam jumlah yang banyak.
  3. Skrap balik, Yang dimaksud skrap balik adalah coran yang cacat, bekas penambah, saluran turun, saluran masuk atau skrap balik yang dibeli dari pabrik pengecoran.
  4. Paduan besi Paduan besi seperti Fe-Si, Fe-Mn ditambahkan untuk mengatur komposisi. Prosentase karbon berkurang karena oksidasi logam cair dalam cerobong dan pengarbonan yang disebabkan oleh reaksi antar logam cair dengan kokas. Prosentase karbon terutama diatur oleh perbandingan besi kasar dan skrap baja. Tambahan harus dimasukkan dalam perhitungan untuk mengimbangi kehilangan pada saat peleburan. Penambahan dimasukkan 10 sampai 20 % untuk Si dan 15 sampai 30 % untuk Mn.

Prosentase steel bertambah karena pengambilan steel dari kokas. Peningkatan kadar belerang (steel) yang diperbolehkan biasanya 0,1 % Metalurgi Proses Pengecoran Pembekuan ingot dan Coran.

Dari Pembekuan ingot dihasilkan 3 daerah dengan karakteristik yang berbeda. Daerah-daerah tersebut adalah :

1. Chill Zone

Selama proses penuangan logam cair kedalam cetakan, logam cair yang berkontak langsung dengan dinding cetakan akan mengalami pendinginan yang cepat dibawah temperatur likuidusnya. Akibatnya pada dinding cetakan tersebut timbul banyak inti padat dan selanjutnya tumbuh kearah cairan logam. Bila temperatur penuangannya rendah, seluruh bagian logam cair akan membeku secara cepat dibawah temperatur likuidus. Disisi lain bila temperatur penuangan tinggi, cairan logam yang berada ditengah-tengah ingot akan tetap berada diatas temperatur likuidus untuk jangka waktu lama.
2. Columnar zone

Sesaat setelah penuangan, gradien temperatur pada dinding cetakan menurun dan kristal pada daerah chill tumbuh memanjang dalam arah kristal tertentu. Kristal-kristal tersebut tumbuh memanjang berlawanan dengan arah perpindahan panas (panas bergerak dari cairan logam kea rah dinding cetakan yang bertemperatur lebih rendah) yang disebut dengan dendrit. Setiap kristal dendrit mengandung banyak lengan-lengan dendrit (primary dendrit). Jika Fraksi volum padatan (dendrite) meningkat dengan meningkatnya panjang dendrit dan jika struktur yang terbentuk berfasa tunggal, maka lengan-lenagn dendrti sekunder dan tertier akan timbul dari lengan dendrit primer. Daerah yang terbentuk antara ujung dendrit dan ttitik dimana sisa cairan terakhir akan membeku disebut sebagai mushy zone atau pasty zone.
3. Equiaxed zone

Daerah ini terdiri dari butir-butir equiaxial yang tumbuh secara acak ditengah-tengah ingot. Pada daerah ini perbedaan temperatur yang ada tidak menyebabkan terjadinya pertumbuhan butir memanjang.

Pengaruh Penyusutan

Kebanyakan logam akan menyusut selama proses pembekuan dan ini mengakibatkan perubahan struktur ingot. Paduan-paduan dengan selang pembekuan (daerah antara temperatur liquidus dan solidus ) yang sempit menghasilkan mushy zone yang sempit pula dan pada bagian permukaan atas ingot terdapat sisa cairan logam yang lama kelamaan akan berkurang hingga pembekuan berakhir dan pada ingot mengandung rongga cukup dalam pada bagian tengah atau disebut pipe.

Pada paduan-paduan dengan selang temperatur pembekuan lebar, mushy zone dapat menempati seluruh bagian ingot sehingga tidak terbentuk pipe.

Segregasi pada Ingot dan Coran

Pada struktur pembekuan terdapat dua jenis segregasi yaitu segregasi makro (perubahan komposisi pada tiap bagian spesimen) dan segregasi mikro (seperti yang terjadi antara lengan dendrit sekunder). Ada empat faktor yang menyebabkan timbulnya segregasi makro, yaitu :

   1. Penyusutan karena pembekuan dan kontraksi panas
   2. Perbedaan kerapatan antardendritik cairan logam
   3. Perbedaan kerapatan antara padatan dan cairan
   4. Temperatur yang menyebabkan perbedaan kerapatan dalam cairan

Segregasi dalam pembekuan logam tidak diinginkan karena memberikan pengaruh buruk pada sifat mekanik. Untuk segregasi mikro, pengaruhnya dapat dikurangi dengan proses perlakuan panas (homogenisasi).

Pemeriksaan Produk Cor :

Tujuan :

   1. Pemeriksaan rupa
  • Pemeriksaan rupa/fisik
  • Pemeriksaan dimensi (menggunakan jangka sorong, micrometer, jig pemeriksa dan alat ukur lainnya)

   2. Pemeriksaan cacat dalam (pemeriksaan tidak merusak, NDT)
  • Pemeriksaan ketukan
  • Pemeriksaan penetrasi (dye-penetrant)
  • Pemeriksaan magnafluks (magnetic-particle)
  • Pemeriksaan supersonic (ultrasonic)
  • Pemeriksaan radiografi (radiografi)

   3. Pemeriksaan material
  • Pengujian kekerasan (menggunakan metoda Brinell, Rockwell, Vickers dan Shore)
  • Pengujian tarik
  • Pengujian analisa kimia (spektrometri,EDS)
  • Pengujian struktur mikrodan struktur makro
  • Pemeriksaan dengan merusak

Cacat-cacat Coran
Komisi pengecoran international telah membuat penggolongan cacat-cacat coran dan dibagi menjadi 9 kelas, yaitu :

   1. Ekor tikus tak menentukan atau kekerasan yang meluas
   2. Lubang-lubang
   3. Retakan
   4. Permukaan kasar
   5. Salah alir
   6. Kesalahan ukuran
   7. Inklusi dan struktur tak seragam
   8. Deformasi
   9. Cacat-cacat tak nampak

Proses Pembuatan Besi Kasar
Pada umumnya logam-logam yang dihasilkan dari dalam tambang masih dalam bentuk batu-batuan dan biasanya terdapat dalam keadaan terikat dengan unsur-unsur lain. Untuk dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan barang-barang jadi atau setengah jadi maka terlebih dahulu logam-logam tersebut mendapat beberapa pengerjaan.

Tanur tinggi
Tanur tinggi digunakan untuk mengolah logam-logam tambang (bijih besi), kokas, batu kapur untuk dijadikan besi kasar. Besi kasar yang dihasilkan ini nantinya masih perlu diolah kembali didalam tungku-tungku baja untuk dijadikan baja atau besi cor.Tanur tinggi mempunyai tinggi ± 30 m dan diameter terbesar ± 9 m. bagian luar terbuat dari pelat-pelat baja dan bagian dalamnya dilapisi bata tahan api.

Tungku ini dibagi menjadi bagian utama yaitu :
  • Bagian atas (puncak) Bahan-bahan seperti kokas, bijih besi dan bahan tambahan (kapur) dimasukkan melalui bagian ini. Pada bagian ini juga dilengkapi dengan lubang-lubang untuk melakukan udara.
  • Bagian tengah, Bagian tengah ini memiliki bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah makin besar. Fungsinya dibuat demikian adalah : Bahan-bahan mudah bergeser kebawah, Gas CO dapat mencapai setiap tempat dekat dinding, Bagian dalam tungku dilapisi dengan bata tahan api. 
  • Bagian bawah, Bagian ini mempunyai bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah semakin mengecil dan gunanya dibuat demikian adalah : Cairan mudah dikumpulkan pada tungku, Isi tungku makin lama makin mengecil, Bagian dalamnya terbuat dari bata tahan api kualitas tinggi karena dinding bagian ini harus tahan terhadap temperatur tinggi (± 3000 oF) dan tahan terhadap reaksi kimia seperti tahan terhadap asam-asam, terutama bila bijih besinya mengandung fosfor.
  • Bagian Tungku, Bagian ini berbentuk silinder yang merupakan tabung persegi empat. Pada bagian dalamnnya dipasang bata tahan api kualitas tinggi dan memiliki ketebalan ± 1m. Dibuat tebal dan menggunakan bata tahan api karena : Dapat tahan terhadap proses kimia, Dapat tahan terhadap tekanan logam cair dan terak cair, Dapat tahan terhadap temperatur tinggi
Diantara pasangan-pasangan bata tahan api, dipasang pipa-pipa saluran yang dialiri air pendingin dan pada bagian atas tabung dipasang pipa-pipa yang digunakan untuk menyalurkan udara panas. Pada bagian dinding tungku dipasangi lubang laluan logam cair dan terak cair.

Bahan-bahan dalam Proses Tanur Tinggi :

Biji besi :
Besi didapat dengan mengambil dari biji besi yang umumnya berbentuk oksida dari alam dan besi murni hanya didapat dalam jumlah yang kecil. Pemisahan unsur besi dari biji besi dilakukan dalam sebuah tungku yang dinamai dengan SMELTING (proses reduksi). Adapun biji besi tersebut ditemukan dalam bentuk sebagai berikut :
1. Berbentuk batu
  • Hematit (Fe2O3, batu besi merah) mengandung unsur besi antara 45 %-65 % dan sedikit mengandung fosfor.
  • Magenetit (Fe3O4) mengandung unsur besi antara 40 % - 70 % dan hampir tidak mengandung fosfor, berwarna hijau tua mendekati warna hitam dan mempunyai sifat magnet yang kuat.
  • Fe2O3H2O, mengandung unsur besi 25 % - 50 % air dan fosfor
2. Berbentuk pasir 
  • Pasir besi (TiO2) mengandung oksida besi = 70 % yang bercampur dengan oksida titan (Ti2O2) antara 9 % - 11 %
  • Berbutir halus, Sperosiderit mengandung unsur besi ±40 % bercampur dengan tanah liat.
3. Batu Kapur
Biji besi hasli proses reduksi belum dapat diaktakan bersih secara keseluruhan dan masih terdapat kotoran-kotoran. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran tersebut maka pada saat diproses dalam tanur tinggi ditambahkan batu kapur (CaO atau dolomite, CaCO3) sehingga akan membentuk terak

Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan dalam proses tanur tinggi adalah kokas dan arang kayu
  • Arang kayu, Keuntungan mengunakan arang kayu adalah karena bersih, tidak mengandung P dan S. Sedangkan kerugiannya adalah : Nilai kalornya rendah kira-kira 400 Cal/Kg, Tidak keras, mudah pecah dan berpori-pori, Jumlahnya terbatas, Hanya dapat digunakan untuk tanur tinggi yang memiliki tinggi 17-20m
  • Kokas, Didapat dari pembakaran tidak sempurna batu bara. Keuntungan menggunakan kokas sebagai bahan bakar adalah : Nilai kalornya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg, Keras, besar-besar dan berpori-pori, Mempunyai kadar karbon yang tinggi, Sewaktu pembuatan kokas terdapat hasil tambahan seperti gas, ter, dll. Kekurangan bahan bakar kokas yaitu mengandung belerang (S) dan ini sangat buruk pengaruhnya terhadap pembuatan baja atau besi cor
  • Anthrosit, Keuntungan menggunakan bahan bakar jenis ini adalah : Nilai karbonnya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg, Cukup keras dan besar-besar, Tidak mengandung gas, Sedangkan Kekurangan bahan bakar anthrosit adalah tidak berpori dan hanya sedikit terdapat di dunia
4. Udara panas
Udara panas digunakan untuk membantu pembakaran (CO2) dan pembentukan gas CO sebagai gas untuk reduksi biji besi. Untuk mereduksi bijih besi diperlukan udara panas yang banyak dan udara panas yang digunakan mempunyai temperatur ±900OC. Untuk mendapat udara panas dengan temperatur yang tinggi adalah dengan memanaskan udara dingin di tungku pemanas yang dinamakan tungku COWPER. Udara dingin yang dimasukkan didatangkan dari kompresor torak.

Keuntungan menggunakan udara panas dalam proses tanur tinggi adalah untuk menghemat bahan bakar untuk mempercepat proses reduksi atau pencairan biji besi. By Indonesia - Mekanikal
Posted on 17:00 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pusat Pembuatan Logo | Perusahaan | Instansi | Universitas

Jasa Pembuatan logo Tembaga dan Kuningan, logo perusahaan, logo Instansi, logo Universitas dengan bahan material tembaga dan kuningan ke seluruh wilayah Indonesia.

LOGO IPDN - DEPDAGRI
Spesifikasi :
  • Material Kuningan 0,8mm
  • Dimensi Dia. 140cm
  • Letter Timbul
  • Finishing Full Colour Coating
Posted on 22:47 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pengecoran Logam - Teknik Pengecoran Logam Bag.5

4. Logam-logam dalam pengecoran :
Besi cor
  • Paduan Besi Cor yang mengandung C >: 1,7 % dan 1-3 %Si. Unsur lain dapat ditambahkan dengan maksud untuk meningkatkan sifat-sifat seperti kekuatan, kekerasan atau ketahanan korosi. Unsur yang umumnya ditambahkan yaitu Cr, Cu, Mo dan Ni.
  • Besi cor memiliki selang temperature cair yang relaitf lebih rendah daripada baja dan relatif lebih “encer” ketika cair.
  • Sifat mekanik besi cor tergantung pada jenis struktur mikronya yaitu bentuk dna distribusi elemen-elemen penyusunnya. Salah satu elemen yang memiliki pengaruh yang berarti adalah grafit. Jumlah ,ukuran dan bentuk grafit mempengaruhi kekuatan dan keuletan besi cor. Selain grafit, matriks juga ikut mempengaruhi sifat mekaniknya. Matris besi cor sama dengan yang terdapat pada baja, yaitu feritik, perlitik, feritik+perlitik dan martensitik. 
Matriks yang terjadi tergantung pada :
  • Komposisi kimia
  • Laju pendinginan, dan
  • Proses perlakuan panas
Ada lima jenis besi cor :

Ø Besi cor kelabu (grey cast iron)

Ø Besi cor malleable (malleable cast iron)

Ø Besi cor putih (white cast iron)

Ø Besi cor nodular (nodular/ductile cast iron)

Ø Compacted graphite cast iron (memiliki struktur mikro antara besi cor

Ø Kelabu dan besi cor nodular).

Sifat mekanik :

= 45 -75 ksi (kekuatan tarik)

= 35 – 60 ksi (kekuatan luluh)

e = 1 – 6% (perpanjangan)

Sifat matriks dan karakter grafit diperoleh dari kesetimbangan :
§ Komposisi kimia

§ Derajat inokulasi

§ Laju pembekuan

§ Pengaturan laju pendinginan

Untuk mendapatkan sifat yang diinginkan, biasanya pada besi cor diterapkan perlakuan panas karena dari kondisi hasil pengecoran (as-cast) tidak diperoleh sifat yang diinginkan. Proses perlakuan panas yang umum diterapkan :

§ Annealing

§ Austenitizing dan Quenching

§ Tempering

Besi Cor Putih :

Besi cor putih terbentuk ketika unsur karbon (C) tidak mengendap sebagai grafit selama proses pembekuan, akan tetapi tetap berkaitan dengan unsur besi (Fe), krom (Cr) atau molibden (Mo) membentuk karbida.
Besi cor putih bersifat keras dan getas dan memiliki tampilan patahn seperti kristal berwarna putih.

Besi Cor Kelabu :

Besi cor kelabu merupakan paduan dari unsur-unsur besi (Fe), karbon © dan silicon (Si) yang mengandung “ karbon tak berkaitan” dalam bentuk grafit. Nama besi cor kelabu didapat dari tampilan patahan berwarna kelabu.
Besi cor kelabu untuk keperluan otomotif dan konstruksi umum lainnya dibagi menjadi 10 kelas/garde yang didasarkan pada kekuatan tarik minimumnya.

Kekuatan, kekerasan dan struktur mikro dari besi cor kelabu dipengaruhi oleh beberapa factor seperti komposisi kimia, desain, cetakan, karakteristik cetakan dan laju pendinginan selama dan setelah pembekuan.
Unsur Cu, Cr, Mo dan Ni seringkali ditambahkan untuk mengatur struktur mikro matriks dan pembentukan grafit. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi besi cor kelabu pada beberapa media. Besi cor kelabu dapat dikeraskan dengan proses quenching dan temperature sekitar 1600˚F (menjadi getas). Kombinasi dengan proses temper akan meningkatakan ketangguhan dan menurunkan kekerasannya.

Besi Cor Malleable :

Besi cor ini dihasilkan dari proses perlakuan panas besi cor putih yang memiliki komposisi tertentu.
Proses terbentuknya beis cor putih akibat :
  • Rendahnya kandungan karbon dan silikon
  • Adanya unsur-unsur pembentuk karbida seperti Cr, Mo dan V
  • Laju pendinginan dan pembekuan yang tinggi
Pada proses pembuatan besi cor malleable, besi cor putih dipanaskan hingga temperatur diatas temperatur eutectoid (1700oF) kemudian ditahan hingga beberapa jam dan didinginkan dalam tungku. Proses tersebut menyebabkan unsure karbon terlarut dalam austenit, mengendap dan membentuk grafit bulat tak beraturan (irregular nodules of graphite) yang disebut korbon temper. Proses ini akan menghasilkan besi cor malleable dengan matriks ferit.

Besi Cor Nodular :

Besi cor nodular memiliki komposisi unsure yang sama dengan besi cor kelabu. Unsure tersebut yaitu karbon dan silikon. Perbedaan besi cor nodular dan kelabu terletak pada bentuk grafit (untuk menghasilkan bentuk grafit yang berbeda, digunakan proses yang berbeda pula) Pembulatan grafit dicapai karena ditambahkan unsure Magnesium (Mg) dan Cerium (Ce).

Baja (Baja Cor)
:

Salah satu jenis baja adalah baja karbon yaitu paduan besi-karbon yang mengandung unsure karbon kurang dari 1,7 % (beberapa literature menyebutkan kandungan karbon maksimum 2.0 %). Sebagai tambahan selain karbon, baja cor mengandung :
  • Silikon (Si) : 0.20 – 0,70 %
  • Mangan (Mn) : 0,50 – 1,00 %
  • Fosfor (P) : <>
  • Sulfur (S) : <>
Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon kurang dari 0,8 % (baja hypoeutektoid) terdiri dari FERIT dan PERLIT. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah perlit.
Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon lebih dari 0,8 % (baja hipereutektoid) terdiri dari SEMENTIT (Fe3C) dan PERLIT. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah sementit.

Baja cor dengan kadar C=0,20 % diatas diperoleh dari pendinginan didalam tungku dari temperatur 950oC setelah pengecoran. Bagian yang hitam adalah PERLIT dan yang putih adalah FERIT. Sedangkan baja cor dengan kadar C=0,8 % didinginkan dalam tungku 900oC struktur yang terlihat jelas yaitu PERLIT.
Posted on 03:47 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Komputer Rakitan - Perakitan Komputer Untuk Game

Gudang Komputer Rakitan, PC Rakitan Komputer Game dengan Performance terbaik, Jasa perakitan komputer Jogja untuk game High End termurah, Info Harga Paket Rakitan PC Komputer.
Spesifikasi :


Processor Intel i7-950 3,04Ghz Box
Heatsink ASUS Royal Knight
Mainboard Asrock x58 Extreme 6 (with 6 SATA3)
Memory DDR3 8Gb HS
VGA Ati HD5670 2Gb
HDD Seagate 2TB
PSU Amacrox True Power Silver 500 Watt
Chase Master Cooler Elite 430 (5 Fan Chase)
Optical Drive DVDRW Samsung
Microsoft Windows 7 Home Premium Full 64 bit
Keyboard + Mouse Gaming Logitech G1
Speaker Simbadda CST6750
UPS Kenika 600VA
Price : Call 
Posted on 01:40 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Lampu Dinding - Lampu Sangkar Tembaga


Pembuatan lampu dinding tembaga dengan model "Sangkar Burung" ini banyak dipakai untuk penerangan tambahan atau aksen, Hotel, Cafe maupun Restauran banyak menggunakan lampu tembaga jenis ini,  Tetapi bukan berarti pada hunian rumah tinggal tidak bisa meskipun sifatnya hanya sebagai lampu aksen pada dinding lampu dinding terkesan unik dengan bahan logam tembaga sebagai pilihan materialnya, penyebaran cahaya yang dihasilkan juga tidak terlalu luas, tapi justru disitulah tercipta efek dan suasana dramatis dalam indoor maupun outdoor. Jika anda ingin menggunakan lampu dinding ini sebagai pendukung aktivitas, tempatkan lampu dinding ini pada area-area yang mudah terlihat.

Desain lampu dinding banyak variasi, mulai dari gaya tradisional hingga bergaya kontemporer dengan armatur berbentuk kurva tak beraturan. Dengan teknologi dan yang ada sekarang, arah atau sorot cahaya juga bisa dimanipulasi sehingga membentuk pola, cahaya dan warna yang unik pada dinding. Tetapi anda harus meletakkan kualitas cahaya lampu tersebut sebagai prioritas utama dan jangan terkecoh pada bentuk dan modelnya saja.

Ada beberapa tips dalam menentukan letak lampu dinding, yang harus perhatikan adalah:
  • Lampu dinding adalah pencipta efek dan pembangkit suasana yang sangat efektif. Arah cahaya yang dihasilkan juga bermacam-macam, bisa terfokus pada satu titik objek maupun tersebar, misalnya di pasang atau di tempatkan pada lorong atau gang.
  • Jika anda memasangnya di dekat area kerja yang menggunakan lampu baca, cahaya lembut yang dihasilkan lampu dinding dapat menghilangkan kekontrasan cahaya lampu baca yang sangat terang.
  • Lampu dinding merupakan pasangan yang tepat untuk di tempatkan di area teras rumah anda, pakailah bolam lampu yang mempunyai watt yang kecil tidak perlu besar hasilnya nanti akan mempertegas pancaran cahaya dan keindahannya.
www.lamputembaga.com
Posted on 03:11 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Lampu Masjid - Lampu Gantung Masjid Tembaga - Kuningan


Model lampu gantung masjid tembaga dan kuningan, pembuatan lampu gantung masjid Al Murobbi Madinah mempunyai nilai filosofi Islam dengan sentuhan ornamen Arabic Style Cahaya lampu gantung menjadi ikon penting dalam penerangan sebuah ruangan, menimbulkan kesan elegan, antik, modern dan religius.
Posted on 02:37 by PURWO SUPRIYATNO and filed under , | 0 Comments »

Manfaat Zikir Dan Keutamaan Zikir

Manfaat Zikir Dan Keutamaan Zikir

Segala puji bagi Allah Pencipta seluruh Alam Semesta , yang memiliki segala keAgungan dan kemuliaan sifat Asmaul Husna . Dan aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah , dan aku bersaksi Muhammad adalah utusan Allah .
Diantara keutamaan - keutamaan berzikir ataupun bertasbih adalah :
Dengan membiasakan diri selalu berzikir dan mengingat Allah senantiasa kita akan terasa dekat dengan Allah dan menjadikan hati kita menjadi tenang.
Sebagaimana firman Allah :

"Karena itu , ingatlah kamu kepadaKu , niscaya Aku ingat pula kepadamu , dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari ( nikmat ) Ku"
(QS. Al - Baqarah 152 )

Dalam ayat diatas disebutkan bahwa agar kita senantiasa mensyukuri akan segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan agar kita selalu mengingat - Nya, salah satunya adalah dengan selalu mengagungkan Asma Illahi kapanpun dan dimanapun.

Berzikir adalah termasuk salah satu amalan yang terbaik di sisi Allah, Adapun manfaat yang kita dapat dari berzikir adalah :
  • Dengan berzikir akan menjaga hati dari segala penyakit hati
  • Dengan berzikir akan menghinndarkan kita dari perkataan - perkataan yang buruk
  • Dengan senantiasa berzikir kita akan terhindar dari perbuatan - perbuatan buruk dan menyesatkan
  • Dengan senantiasa berzikir kita akan mendapatkan kemuliaan dan pahala dari Allah SWT. Sebagaimana firmanNya :

'' Laki - laki dan perempuan yang banyak menyebut ( nama ) Allah , maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang Agung .''
( Q.S Al - Ahzab 35 )

Oleh karena itu marilah kita biasakan senantiasa mengagungkan Asma Illahi dengan berzikir ...
Posted on 23:58 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Kaca Patri - Kaligrafi Kaca Patri


Kaca Patri Kaligrafi atau seni huruf arab pada media kaca bukanlah hal yang baru, Sejak dulu salah satu bagian dari seni kaca patri sudah ini di kenal luas dalam budaya Indonesia. Sebagai bagian negara yang mayoritas berpenduduk muslim dan penuh nilai seni tinggi, menuangkan kecintaan kepada agama dan seni bisa di wujudkan melalui kerajinan kaca patri.

Memang tidak sembarang orang ahli dalam melakukannya, sama seperti tidak semua muslim pandai menulis huruf arab, Namun jangaa berkecil hati..!! seni selalu di nilai dari faktor keindahan dan faktor ini sangat subjektif bagi setiap orang.

Biasanya kaca patri kaligrafi dalam hunian rumah maupun masjid hadir sebagai sarana identitas, yaitu menjelaskan bahwa anda seorang muslim dan kaca patri kaligrafi ini merupakan salah satu media berdakwah yang mempunyai nilai agamis dan Islamic, Sebaiknya perhatikan betul lokasi peletakannya tentukan letaknya dengan baik ini menunjukan betapa anda menghargai dan menghormatinya..!!

Posted on 12:50 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Lampu Gantung, Tembaga, Kuningan, Aluminium, Masjid

Aneka ragam Lampu Gantung masjid dengan material Tembaga, Kuningan dan Aluminium, Ukuran dan model bisa di sesuaikan menurut selera atau tema bangunan masjid. Free Katalog lampu hias

Tampilan lampu gantung yang tersedia di pasaran saat ini cukup beragam, Keberadaannya yang memukau dengan desain unik, antik maupun minimalis modern. Material lampu gantung Tembaga, Kuningan atau Aluminium dengan motif-motif atau ornamen yang bisa di sesuaikan dengan selera membuat lampu - lampu gantung tersebut di jadikan salah satu pilihan penerangan pada bangunan masjid.



Posted on 13:10 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pengecoran Logam - Teknik Pengecoran Logam Bag.4


Dalam Teknik pengecoran logam fluiditas tidak diartikan sebagai kebalikan dari viskositas, akan tetapi berarti kemampuan logam cair untuk mengisi ruang-ruang dalam rongga cetak. Fluiditas tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan sifat-sifat fisik secara individu, karena besaran ini diperoleh dari pengujian yang merupakan karakteristik rata-rata dari beberapa sifat-sifat fisik dari logam cair.

Ada dua faktor yang mempengaruhi fluiditas logam cair, yaitu temperatur dan komposisi unsur. Temperatur penuangan secara teoritis harus sama atau diatas garis liquidus. Jika temperatur penuangan lebih rendah, kemungkinan besar terjadi solidifikasi didalam gating sistem dan rongga cetakan tidak terisi penuh. Cacat ini disebut juga dengan nama misrun. Cacat lain yang bisa terjadi jika temperatur penuangan terlalu rendah adalah laps dan seams. Yaitu benda cor yang dihasilkan seakan-akan membentuk alur-alur aliran  logam yang masuk kedalam rongga cetak, dimana alur satu dengan alur lai berdampingan daya ikatannya tidak begitu baik. 

Jika temperatur penuangan terlalu tinggi pasir yang terdapat pada dinding gating sistem dan rongga cetakan mudah lepas sewaktu bersentuhan dengan logam cair dan permukaanya menjadi kasar. Terjadi reaksi yang cepat antara logam tuang, dengan zat padat, cair dan gas diadalam rongga cetakan. Dari pengujian ini dapat dicari daerah temperatur penuangan yang menghasilkan produk dengan cacat yang seminim mungkin.



Faktor utama yang lain yang mempengaruhi besaran fluiditas adalah komposisi paduan. Logam cair yang memiliki fluiditas yang tinggi adalah logam murni dan alloys komposisi eutectic. Alloys yang dibentuk dari larutan padat, dan memiliki range pembekuan yang besar memiliki fluiditas yang jelek.

Contoh pola spiral hasil pengujian fluiditas

Ada beberapa metoda dalam mengukur fluiditas. Metoda ini dibedakan berdasarkan bentuk rongga cetak yang digunakan untuk mengetahui mampu alir logam cair. Ada rongga cetak yanmg berbentuk spiral dan ada juga rongga cetak yang berbentuk lorong yang memanjang. Pemilihan metoda ini sangat tergantung dari bentuk benda kerja dan bahan cetakan yang akan digunakan. Dalam melakukan pengukuran mampu alir dipraktikum ini digunakan metode dengan rongga cetak yang berbentuk spiral. Meskipun hasil pengukuran dengan metoda diatas dipengaruhi oleh sifat-sifat cetakan, namun pengukuran tersebut sangat praktis, karena langsung menggambarkan bagaimana mampu aliran logam cair dalam rongga cetak dengan bahan cetakan sebenarnya. Harga fluiditasnya dinyatakan dengan panjang (dalam mm) spiral yang terisi logam. Atas dasar hal ini, fluiditas juga dikenal dengan istilah Fluid life.

Beberapa bentuk cetakan untuk pengukuran fluiditas

 By. Indonesia - Mekanikal
Posted on 01:25 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pengecoran Logam - Teknik Pengecoran Logam Bag.3


JENIS - JENIS POLA
  • Pola tunggal (one pice pattern / solid pattern) Biasanya digunakan untuk bentuk produk yang sederhana dan jumlah produk sedikit. Pola ini dibuat dari kayu dan tentunya tidak mahal.
  • Pola terpisah (spilt pattern) Terdiri dari dua buah pola yang terpisah sehingga akan diperoleh rongga cetak dari masing-masing pola. Dengan pola ini, bentukproduk yang dapat dihasilkan rumit dari pola tunggal.
  • Match-piate pattern Jenis ini popular yang digunakan di industri. Pola “terpasang jadi satu” dengan suatu bidang datar dimana dua buah pola atas dan bawah dipasang berlawanan arah pada suatu pelat datar. Jenis pola ini sering digunakan bersama-sama dengan mesin pembuatan cetakan dan dapat menghasilkan laju produksi yang tinggi untuk produk-produk kecil.


D. Inti

Untuk produk cor yang memiliki lubang/rongga seperti pada blok mesin kendaraan atau katup-katup biasanya diperlukan inti. Inti ditempatkan dalam rongga cetak sebelum penuangan untuk membentuk permukaan bagian dalam produk dan akan dibongkar setelah cetakan membeku dan dingin. Seperti cetakan, inti harus kuat, permeabilitas baik, tahan panas dan tidak mudah hancur (tidak rapuh).
Agar inti tidak mudah bergeser pada saat penuangan logam cair, diperlukan dudukan inti (core prints). Dudukan inti biasanya dibuatkan pada cetakan seperti pada gambar 8. pembuatan inti serupa dengan pembuatan cetakan pasir yaitu menggunakan no-bake, cold-box dan shell. Untuk membuat cetakan diperlukan pola sedangkan untuk membuat inti dibutuhkan kotak inti.

 

E. Operasi Pengecoran Cetakan Pasir

Operasi pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan tahapan proses perancangan produk cor, pembuatan pola dan inti, pembuatan cetakan, penuangan logam cair dan pembongkaran produk cor. Tahapan lebih rinci terlihat pada gambar Dibawah ini :

Setelah proses perancangan produk cor yang menghasilkan gambar teknik produk (a) dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya :
  • Menyiapkan bidang dasar datar atau pelat datar dan meletakan pola atas (cope) yang sudah ada dudukan inti dipermukaan pelat datar tadi.
  • Seperti pada langkah c, untuk cetakan bagian bawah (drag) beserta sistem saluran.
  • Menyiapkan kotak inti (untuk pembuatan inti)
  • Inti yang telah jadi disatukan (inti yang dibuat berupa inti setengah atau paroan inti)
  • Pola atas yang ada dipermukaan pelat datar ditutupi oleh rangka cetak atas (cope) dan ditambahkan system saluran seperti saluran masuk dan saluran tambahan (riser). Selanjutnya diisi dengan pasir cetak.
  • Setelah diisi pasir cetak dan dipadatkan, pola dan system saluran dilepaskan dari cetakan
  • Giliran drag diisi pasir cetak setelah menempatkan rangka cetak diatas pola dan pelat datar.
  • Setelah disi pasir cetak dan dipadatkan, pola dilepaskan dari cetakan
  • Inti ditempatkan pada dudukan inti yang ada pada drag.
  • Cope dipasangkan pada drag dan dikunci kemudian dituangkan logam cair.
  • Setelah membeku dan dingin, cetakan dibongkar dan produk cor dibersihkan dari sisa-sisa pasir cetakan.
  • Sistem saluran dihilangkan dari produk cor dengan berbagai metoda dan produk cor siap untuk diperlakukan lebih lanjut.
By. Indonesia - Mekanikal

Posted on 19:25 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Nilai Lebih Dari Sedekah | Manfaat Bersedekah

Nilai lebih dalam bersedekah serta manfaat bersedekah saat berbagi dengan sesama merupakan jalan menuju ketenangan hidup dan sarana pembersihan diri.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ 
عَلِيمٌ 

Dalam ayat ini Allah swt. menggambarkan keberuntungan orang yang suka membelanjakan atau menyumbangkan harta bendanya di jalan Allah, yaitu untuk mencapai keridaan-Nya.
Hubungan antara sedekah dan hari akhirat adalah erat sekali karena sebagaimana diketahui, seseorang tak akan mendapat pertolongan apa pun dan dari siapa pun pada hari akhirat itu, kecuali dari hasil amalnya sendiri selagi ia masih di dunia, antara lain amalnya yang berupa sedekah di jalan Allah.

Betapa mujurnya orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan Allah oleh ayat ini dilukiskan sebagai berikut : bahwa orang tersebut adalah seperti seorang yang menyemaikan sebutir benih di tanah yang subur. Benih yang sebutir itu menumbuhkan sebatang pohon dan pohon itu bercabang tujuh, setiap cabang menghasilkan setangkai buah dan setiap tangkai berisi seratus biji sehingga benih yang sebutir itu memberikan hasil sebanyak 700 butir. Ini berarti tujuh ratus kali lipat. Bayangkanlah betapa banyak hasilnya apabila benih yang ditanamnya itu lebih dari sebutir.

Penggambaran seperti yang terdapat dalam ayat ini adalah lebih jitu daripada misalnya dikatakan secara langsung bahwa benih yang sebutir akan menghasilkan 700 buah. Sebab penggambaran yang terdapat dalam ayat tadi memberikan kesan bahwa amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seseorang senantiasa berkembang dan ditumbuhkan oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga menjadi keuntungan yang berlipat ganda bagi orang yang melakukannnya seperti memperkembangkan tanaman yang ditanam oleh seseorang pada tanah yang subur untuk keuntungan penanamnya.

Pengungkapan tentang perkembangan yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan seperti yang digambarkan dalam ayat ini telah membangkitkan minat para ahli tumbuh-tumbuhan untuk mengadakan penelitian dalam masalah itu. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa sebutir benih yang ditanam pada tanah yang baik dan menumbuhkan sebatang pohon, pada umumnya menghasilkan lebih dari setangkai buah bahkan ada yang berjumlah lebih dari lima puluh tangkai. Jadi tidak hanya setangkai saja. Dan setiap tangkai berisi lebih dari satu biji bahkan kadang-kadang lebih dari enam puluh biji. Dengan demikian teranglah bahwa penggambaran yang diberikan ayat tadi bahwa sebutir benih dilipatgandakan hasilnya sampai menjadi tujuh ratus butir bukanlah suatu penggambaran yang berlebih-lebihan melainkan adalah wajar dan sesuai dengan kenyataan.
Dengan demikian dapat kita katakan bahwa semakin banyak penyeledikan-penyelidikkan ilmiah dilakukan orang dan semakin tinggi pengetahuan dan tekhnologi umat manusia semakin tersingkaplah kebenaran apa-apa yang terkandung dalam kitab suci Alquran baik mengenai benda-benda, tumbuh-tumbuhan, hewan, ruang angkasa dan sebagainya.

Banyak riwayat yang berasal dari Rasulullah saw. yang menggambarkan keberuntungan orang-orang yang menafkahkan harta-bendanya di jalan Allah; yaitu untuk memperoleh keridaan-Nya dan untuk menjunjung tinggi agama-Nya. Di antaranya ialah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim, Nasai dan Hakim dari Ibnu Masud bahwa ia berkata, "Seorang lelaki telah datang membawa seekor unta yang bertali di hidungnya lalu orang tersebut berkata: "Unta ini saya nafkahkan jalan Allah." Maka Rasulullah bersabda: "Dengan nafkah ini, anda akan memperoleh di akhirat kelak tujuh ratus ekor unta yang juga bertali di hidungnya."

Pada akhir ayat ini Allah swt. menyebutkan dua sifat di antara sifat-sifat-Nya, yaitu Maha Luas dan Maha Mengetahui. Maksudnya, Allah Maha Luas rahmat-Nya kepada hamba-Nya, karunia-Nya tak terhitung jumlahnya. Dan Maha Mengetahui siapakah di antara hamba-hamba-Nya yang patut diberi pahala yang berlipat-ganda, yaitu mereka yang suka menafkahkan harta bendanya untuk kepentingan umum, untuk menegakkan kebenaran, dan untuk kepentingan pendidikan bangsa dan agama, serta keutamaan-keutamaan yang akan membawa bangsa itu kepada kebahagiaan di dunia dan di akhir. Apabila nafkah-nafkah semacam itu telah menampakkan hasilnya untuk kekuatan agama dan kebahagiaan bangsa, maka orang-orang yang bernafkah itu pun akan dapat pula menikmatinya.
Ajaran-ajaran Islam mengenai infak sangat tinggi nilainya. Selain mengikis sifat-sifat yang tidak baik seperti kikir dan mementingkan diri sendiri, infak ini juga menimbulkan kesadaran sosial yang mendalam, bahwa masing-masing orang senantiasa saling membutuhkan, dan seseorang tak akan dapat hidup seorang diri. Sebab itu harus ada sifat gotong-royong, dan saling memberi, sehingga jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin dapat ditiadakan, persaudaraan dipupuk dengan hubungan yang lebih akrab.

Menafkahkan harta di jalan Allah, baik yang wajib seperti zakat maupun yang sunat seperti sedekah, yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat, untuk memberantas penyakit, kemiskinan dan kebodohan, untuk penyiaran agama Islam dan untuk pengembangan ilmu pengetahuan adalah sangat dituntut oleh agama, dan sangat dianjurkan oleh syariat. Sebab itu, terdapat banyak sekali ayat-ayat Alquran yang membicarakan masalah ini, serta memberikan dorongan yang kuat dan memberikan perumpamaan yang menggambarkan bagaimana beruntungnya orang-orang yang suka berinfak dan betapa malangnya orang-orang yang tidak mau menafkahkan hartanya.

Posted on 23:11 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »

Pengecoran Logam - Teknik Pengecoran Logam Bag.2


COR LOGAM CETAKAN PASIR

Pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menempatkan pola dalam kumpulan pasir untuk membentuk rongga cetak, membuat sistem saluran, mengisi rongga cetak dengan logam cair, membiarkan logam cair membeku, membongkar cetakan yang berisi produk cord an membersihkan produk cor. Hingga sekarang, proses pengecoran dengan cetakan pasir masih menjadi andalan industri pengecoran terutam industri-industri kecil. Tahapan yang lebih umum tentang pengecoran cetakan pasir diperlihatkan dalam gambar dibawah ini. :


A. PASIR
Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi. Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dan synthetic (lake sands). Karena komposisinya mudah diatur, pasir sinetik lebih disukai oleh banyak industri pengecoran.Pemilihan jenis pasir untuk cetakan melibatkan bebrapa factor penting seperti bentuk dan ukuran pasir. Sebagai contoh , pasir halus dan bulat akan menghasilkan permukaan produk yang mulus/halus. Untuk membuat pasir cetak selain dibutuhkan pasir juga pengikat (bentonit atau clay/lempung) dan air. Ketiga Bahan tersebut diaduk dengan komposisi tertentu dan siap dipakai sebagi bahan pembuat cetakan.

B. JENIS CETAKAN PASIR
Ada tiga jenis cetakan pasir yaitu green sand, cold-box dan no-bake mold. Cetakan yang banyak digunakan dan paling murah adalah jenis green sand mold (cetakan pasir basah). Kata “basah” dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup mengandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu. Istilah lain dalam cetakan pasir adalah. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetakan dipanaskan atau dikeringkan. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mampu untuk diterapkan pada pengecoran produk-produk yang besar.
pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekuatan cetakan. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai konsekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal.Dalam cetakan yang tidak dikeringkan resin sintetik cair dicampurkan dengan pasir dan campuran itu akan mengeras pada temperatur kamar. Karena ikatan antar pasir terjadi tanpa adanya pemanasan maka seringkali cetakan ini disebut juga . Selain diperlukan cetakan yang tinggi, beberapa sifat lain cetakan pasir yang perlu diperhatikan adalah permeabilitas cetakan (kemampuan untuk melakukan udara/gas).

C.POLA
Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Pola dapat dibuat dari kayu, plastic/polimer atau logam. Pemilihan material pola tergantung pada bentuk dan ukuran produk cor, akurasi dimensi, jumlah produk cor dan jenis proses pengecoran yang digunakan.

By. Indonesia-Mekanikal
Posted on 14:51 by PURWO SUPRIYATNO and filed under | 0 Comments »